Salarea Merah Putih Coffee Night: Ruang Dialog Mahasiswa dan Masyarakat di Cibatu
Day 27 KKN Kelompok 32
Salarea Merah Putih Coffee Night: Ruang Dialog Mahasiswa dan Masyarakat di Cibatu
Sabtu, 16 Agustus 2025
Kuliah Kerja Nyata Kelompok 32
Anggota Kelompok:
- Diva Nadia Salsabila
- Karmila
- Haykal Ihza Abdililah
- Firas Shafa
- Ariska Shetia Putri
- Nazwa Fauziyah Syihab
- Lilih llah Solihah
- Mohammad Wildan Esra
- Daniel Erlangga Oktavian
- Euis Siti Az Hariyah
- Helga Qadira Jasmine
- Annahayyu Nurlintar Riswanti
- Feyzal Aulia
- Muhammad Nouval
- Imam Syukron Aziez
Sabtu malam (16/08/2025), suasana hangat terasa di halaman Pawon Kopi Salarea, Desa Kertajaya, saat acara “Salarea Merah Putih Coffee Night” digelar. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) ini menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku sosial, hingga mahasiswa KKN Kelompok 32 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Acara yang dikemas santai tersebut diisi dengan talkshow, demo & ngopi bareng, nonton film bersama, hingga hiburan musik. Di balik nuansa santainya, forum ini justru menghadirkan ruang dialog yang produktif. Mahasiswa berkesempatan menyampaikan gagasan, sekaligus mendengar langsung aspirasi dan pengalaman warga terkait pemberdayaan masyarakat.
Pawon Kopi Salarea sendiri merupakan unit sosial entrepreneur yang sejak 2022 konsisten mendampingi petani kopi di Kecamatan Cibatu. Programnya meliputi penanaman kopi, distribusi bibit dan pupuk, hingga pelatihan serta bantuan alat pengolahan kopi yang difasilitasi bersama PT Jamkrindo. Selain fokus pada pengembangan komoditas kopi, Salarea Foundation juga menggerakkan pengelolaan sampah berbasis komunitas dan kebun gizi sebagai upaya penanganan stunting yang masih menjadi masalah di wilayah ini.
Melalui agenda Coffee Night yang bertepatan dengan momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Salarea Foundation ingin mempererat jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak. Kehadiran mahasiswa KKN pun menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, komunitas, dan akademisi sangat mungkin terwujud.
Bagi mahasiswa KKN, forum tersebut juga meninggalkan kesan mendalam. Selain belajar tentang praktik pemberdayaan masyarakat, mereka pun merasakan langsung bagaimana kopi dan budaya gotong royong menjadi pengikat kebersamaan di Cibatu.


Comments
Post a Comment